Selasa, 23 Agustus 2016

Animal Therapy.. antisipasi demotivasi studio :v

Sekarang gue pelihara kucing di rumah. Minta anak kucing umur 4 bulan dari temen. Sekarang udah 7 bulan.

Sebenernya agak bingung juga kenapa saya tiba-tiba pelihara kucing. Dari dulu gak pernah sih jadi animal lover, atau anak yang suka mainin kucing. Bahkan sebenernya kucing-kucing dari gue kecil gasuka ama gue. Guenya juga ga peduli sama sekali ama spesies mereka hahaha

Alasan awal ingin pelihara.. Jujur sih karna ingin meningkatkan kebahagiaan (?) dan bisa mengurangi stres (?)

Lalu saya juga merasa tidak pernah mencoba memahami makhluk lain selain manusia. Padahal kucing itu ada dimana-mana tapi rasanya gak terlalu ko-eksis ama manusia-manusia.. Bahkan jadi pengganggu buat sebagian orang.

Sampai akhirnya di teknik.. Ya Allah kucing di fakultas saya BANYAK BANGET. Saya yang awalnya benar-benar tidak pernah notice ama makhluk itu jadi notice (bahkan kalau dia minta makan di warung2 pinggir jalan, saya tendang pelan-pelan buat menyingkirkannya)

Selain banyak kucing, banyak juga yang menyukai kucing di sekitar saya. Biasanya temen-temen yg emang di rumahnya pelihara kucing, jadi kalau liat kucing lain ikutan sayang dan ngasih makan.

Lalu timbullah pernyataan-pernyataan dari mulut teman saya seputar kucing, yang saking kupernya, saya ngga tau

Misalnya "ih kucing tuh pasti aja selalu gini kalau kita begini" "kucing suka kalau begini" "kucing mana mau kalau kayak gitu"

I mean, what the hell people, how did you know, you guys are amazing, and I just spending my whole life didn't give a damn about cats

Ceritanya, mata gue jadi terbuka sedikit. Gue yang emang gampang gemes ama setiap hal-hal kecil yang sederhana tapi lucu, akhirnya tertarik juga ama kucing.

Karna emang kucing lucu, jadi tambah-tambah sukanya. Makin sini makin jadi cat lover. Tapi jadinya.. suka sakit hati dan merasa worthless kalau ada kucing yg kabur walau saya berniat baik mengelus atau mau kasih makan.. Even animals despise me :"(

Lalu saya merasa kagum sama pemilik kucing. Bagaimana bisa, dia bawa kucing ke rumah, kasih makan, dan kucingnya lambat laun bisa jadi manja dan sayang banget ama dia?

Maaf ya kalau itu pertanyaan bodoh yang "you don't say" banget, saya benar2 ga peduli ama binatang jadinya awkward kalo ada hewan yang baik sama saya. Saya kira saya udah natural gak disukai semua binatang di dunia. Mungkin mereka tau saya banyak dosa. Mungkin mereka tau guenya juga emang ga peduli ama mereka.

Oke akhirnya gue pelihara kucing. Gue beli makanan kitten, bak pasir, pasir, sekop pasir, pet carrier, dan sampo kucing. Saya ambil kucing dari rumah temen saya.

Kucing biasa kok. Bahkan banyak banget stray cat yg persis kucing saya.

Asal usulnya? Jadi ada kucing bulu lebat entah ras apa mampir ke rumah temen, ditanya tetangga itu kucing siapa gaada yg tau. Kata temen saya akhirnya kucingnya tinggal di rumah dia (yang juga udah dihuni sekitar 5 kucing lain). Terus kucing itu hamil, punya anak 3, dan pergi lagi berkelana entah kemana. Kadang ada, kadang ngga. Anak kucingnya diurusin ama temenku. Terus kuambil satu.

Okay, literally stray antah berantah. But who cares. Masih kucing kok.

Terus dia di rumahku sekarang. Dan karna saya takut banget dosa dzhalim ama binatang, saya urus sepenuh hati.. Udah kayak mau urus bayi. Rajin banget, hati-hati banget, apik banget, bersih banget, ampe temen-temen gue yg punya kucing pada bilang kalau gue terlalu niat dan lebay. But that's good. Cuma terlalu perhitungan. Kayak bukan melihara, tapi kayak raising stat chara di game.

Awalnya merasa itu kewajiban dan konsekuensi dari pilihan sendiri untuk bawa kucing ke rumah, bukan cinta kasih whatsoever. Gue bahkan gabisa gendong atau angkat dia dengan baik. Gue gatau cara sayang ama dia. Gue ga yakin ini kucing bakal sayang ama gue. Ditambah lagi.. Dia nakal banget, walau gue tau kitten emang aktif, tapi ternyata dia itu kucing paling nakal dari kucing lain di rumah temen gue. Gue ga sengaja ambil kucing yang paling suka bikin masalah..

Well

Still don't care. Tetep pelihara.

Sebulan pertama, dia gak pernah mengeong. Sama sekali. Gaada suara. Waktu masih di rumah temen, dia juga gaada suara. Jadi walau ada kucing, rumah gue bebas dari bunyi manja "meong meoong".

Pernah di satu titik gue kesel dan berharap dia mengeong. Binatang gabisa ngomong jadi mana gue tau pikiran mereka. Dengan tidak bersuara, gue makin bingung. Dia gapernah mengeong kalo laper, kalo aus, kalo mau pup, jadi agak repot. Kayak gamble pas battle di game, gatau musuh bakal nyerang pake apa karna gatau juga musuh punya skill apa aja.

Dia hanya mengeong.. atau bahkan nyerempet berdesis saat lagi di vaksin aja.

Dan dia gamau disentuh bahkan saat udah 2 bulan di rumah. Gue udah siap mental bakal diperlakukan secara dingin oleh makhluk kecil satu ini seterusnya. Gue terbiasa dibenci hewan kok.

Hampir 3 bulan memelihara.. suatu hari aja, dia tiba2 selalu mengeong dan ikut mengekor di belakang gue kalau gue lagi jalan-jalan di rumah.

Di bulan ke 3 pelihara, baru terlihat betapa lucu, gemesin, manja, caper, dan terbukanya makhluk kecil itu sama gue.

Nakalnya gak berkurang. Tambah nakal malah. Tapi semuanya termaafkan sama semua perilaku unyu dia.

Gue yang bener-bener seumur hidup ga merhatiin atau peduli atau apa ama binatang, menemukan bahwa memelihara kucing itu.. fenomenal sekali.

Kenapa juga itu kucing sayang ama gue. Gaenak kan, mandi 10 hari sekali, dilarang keluar rumah, dipaksa makan dry food padahal dia maunya makan daging yg kita makan, suntik vaksin, obat cacing..

But he likes me.. isn't it adorable? Such an innocent being.. to such a jerk like me..

Tapi yah.. gue juga baru punya kucing 3 bulan dan walau sudah 90 hari memelihara dia, masih merasa banyak banget yang gak gue tau dan tetap harus belajar bagaimana caranya biar bisa akrab ama makhluk kecil itu.

Dan semoga

Kau dapat mengurangi stres saya di taun terakhir perkuliahan ini ya sayangkuuu


Picko, my cat
Lagi mupeng

Minggu, 15 November 2015

Demotivation.. it's just an excuse to yourself

Dengan judul di atas, itu nunjukin banget kalau gue lagi demot haha

Well, yang namanya manusia, biasanya cuma cari alasan untuk membuat dirinya nyaman. Alasan agar ia tak semenyedihkan yang ia kira

Biasanya, demot itu emang di trigger oleh "sesuatu", dan jika kita menerima fakta bahwa kita demot, maka akan bermunculan masalah lain yang seolah-olah membuat kita jadi tambah demot, padahal harusnya kita bisa menerimanya dengan lebih positif.

Kalau di departemen gue, arsitektur, biasanya lo mulai demot karna gak ngerti ama studio dan tidak bisa mengikuti pace perkembangan teman-teman yang lain.

Abis itu lo "menyerah" dan gamau ngejar apapun itu ketinggalan lo.

Setelah masuk ke fase 1 demot, akan terjadi berbagai hal dalam kehidupan lo, yang seharusnya normal karna hidup lo gamungkin gaada masalah. Tapi hal-hal yang terjadi yang biasanya gajadi masalah, malah lo jadiin masalah.

Lo akan masuk demot fase 2, dimana semua hal bakal lo jadiin alasan untuk memperkuat demot lo.

Kalau tidak segera diatasi, akan masuk ke fase 3.

Gue belum pernah sampai fase 3, jadi gatau kalau ga bangkit abis fase 2 gimana.

My guess: stop attending other classes beside studio, stop coming to campus, stop talking to everyone via social media. Oke kita sebut ini fase 3.

Terus entah fase ke berapa, yang jelas fase terakhir, worst case scenario jika lo ga bangkit adalah lo cuti semester itu.

And the time when demotivation is finally corrupt and consumed you, lo bakal berhenti kuliah. Berhenti kuliah ga selamanya hal buruk se menyedihkan demot, tapi jika itu karna demot, itu menyedihkan.


Sambil nulis ini, gue sedang mengumpulkan energi-energi dalam diri gue sendiri untuk bangkit dari demot fase 2. Sejauh ini, ini demot terparah gue, jadi sambil menghitung tanggal, gue berusaha bangkit sebelum benar-benar terlambat.

All the best to all my fellow in Department of Architecture who bear the same problem. Semoga cepat bangkit kawan..


Minggu, 08 November 2015

Saat muslim bertemu dunia animanga... lalu?

Mungkin di negara Indonesia tercinta ini, anime dan manga sudah menjadi salah satu "tren" atau "hobi" atau "lifestyle" yang menjadi bagian hidup beberapa kalangan (biasanya anak muda)..

Entah hanya selingan, hobi yang sudah mendarah daging, atau bahkan sumber penghasilan dan seluruh hidup beberapa kalangan.

Setelah memahami bagaimana dunia animanga, dari luar atau dari kacamata pengamat yang tidak tertarik dengan dunia ini, biasanya akan menimbulkan banyak sekali prasangka.

Dari mulai:

"Wah pikirannya pasti gak bener, jorok.."
"Sukanya sama tokoh 2D doang ih.."
"Sampah masyarakat.."
"Nerd.."
"Ansos.."
"Weirdo.."

Sampai:

"Kayak anak kecil aja sukanya kartun"

.
.
.
.
.
Okey, sudah bisa lah membayangkan prejudice lain

Sekarang, sebagai manusia yang sempat kecebur dan masih basah sama dunia ini, cuma mau menulis pendapat aja. Kebetulan muslim, jadi mau bahas tentang itu juga.

Setelah ngudek-udek dunia animanga (gak dalem tapi lumayan lah) dan mengenal banyak tipe para penggemarnya, aku mau jujur kalau lebih banyak hal negatif di dalamnya dibanding hal positif. Selama ini dari SMP aku terjun, dengan pikiran super polos dan naif, juga mengetahui banyak bahaya di dalamnya, aku benar2 menyaring seketat mungkin apa yang akan aku selami.

Biasanya aku lihat rating dan rekomendasi. Aku bukan tipe yang nyari sendiri, biasanya harus ada setidaknya satu orang yang bilang "oke", baru aku selami. dan aku to the point, nanya apakah ada unsur gore, horror, dan semua kekejaman dunia yang bisa merusak pikiran indah anak SMP.

Hingga satu titik..

Aku merasa bosan..

Aku diomelin karena childish dan nonton digimon melulu

Bukan berarti aku mau sesuatu yang negatif. Aku mau sesuatu yang sesuai umur. Lebih kompleks. Lebih real. Lebih membuka pikiran. Sesuatu yang bisa aku kritisi juga, dari segi apapun. Walau ujung-ujungnya tetep aja tontonan anak baik.

Akhirnya aku mulai dapat rekomendasi animanga berisi yang sesuai umur. Bukan anime sampah yang gaada isinya, cuma menang cewe seksi atau adegan romansa sampah sesama jenis (kalo ngaku muslim, tolong hindari LBGT dan inses ya gaes)

Aku akui, kebanyakan animanga yang isinya berbobot yang kudapat biasanya ada unsur ga enak (misalnya gore) atau kejamnya dunia (tragedi yang terlalu jahat). Tapi lebih mending daripada unsur pornografi, so I bear with it a bit.

Setelah banyak mengobrol juga, dengan yang totally nerd, hanya hobi, sampai hanya tau, jadi banyak tau juga. Aku sempat masuk ke dalam fase "Mau nanya apapun season manapun taun manapun, aku tau semuanya" yang udah aku tinggalin sekarang karna ngapain juga kebanyakan tau hal ga guna, cukup yang menarik aja.

Jadi tau dong, semua jeleknya animanga.

Ngaku aja gaes, lebih banyak ke arah ga bener kan? Aku aja ngaku hahahaha

Sampai-sampai gatau lagi mau mengkonsumsi animanga apa karna yang bagus dan berbobot terlalu sedikit di antara jutaan anime ga bener, dan mungkin udah aku konsum semua yang bagus. Atau seiring perkembangan jaman, cuma beberapa author dan studio yang bisa mengeluarkan hal bagus. Eyang hayao Miyazaki pensiun sih jadi gaada asupan dari dewa anime lagi.

Sooo as a muslim, what to do?

Setelah menyimpulkan bahwa animanga penuh dengan unsur negatif? (Kata ustadz, lebih banyak mudharat nya)

Jawaban paling normatif: Hindari sebisa mungkin

Tapi dengan anda menghindari hobi ini sepenuhnya, tidak akan mengurangi jumlah kawula muda yang terjerumus ke dalam hal negatif di dalamnya, tidak menghentikan pesebaran luas kejelekannya, juga tidak bisa mengenalkan sisi baiknya kepada siapapun.

Satu jalan lagi, selain menghindar, adalah jalan yang paling sulit.

Masuk ke dalamnya, tanpa ikut ternodai, dan mulailah hal positif dari sana.

Jangan cuma bisa ngedumel "Gak selamanya hal ini negatif" "Kan bisa banyak belajar ilmu illustrasi dan animasi" "Bisa belajar ribuan hal di dalamnya" "Mereka semua gatau animanga itu apa, cuma bisa kritik"

Karna kalau cuma ngedumel pas dikatain orang yang hanya tau prejudice animanga, lo ga bisa mengubah prejudice mereka dan selamanya lo bakal dicap ga bener.

Jujur, aku sendiri belum melakukan hal yang bisa membangun prejudice positif, tapi coming soon lah ya. Masih mengumpulkan bahan-bahan dan persiapan teknis lain. Biasa, wacana melulu kerjaannya.

Tapi ya itu. Jika anda sebegitunya tertarik, apalagi dibarengi dengan skill dan ilmu bermanfaat, mulailah terlibat di dalam dunia penuh hal negatif bernama animanga, karena animanga adalah salah satu asupan tren yang banyak dikonsumsi bangsa ini.

Jangan biarkan bangsa ini hanya mengkonsumsi hal negatif. Hanya bisa jadi konsumen. Hanya penikmat. Hanya sampah masyarakat.

Apalagi jika anda muslim dan sadar dengan krisis moral yang ada di dalamnya.

Selasa, 06 Oktober 2015

Randomness After Internal Review: Diamond no Ace

Hari ini adalah H+1 Review Internal. Kemarin adalah hari uts, alias Internal Project 1 PAI3. Dan meskipun matkul lain belum uts, dan bahkan belum bikin desrep, gue pribadi merasa udah sedikit lega ampe bisa leha2 nyari2 tentang Daiya.

Oke, jadi.. setelah gue namatin Daiya season 1, gue langsung dihadapi dengan kenyataan bahwa season 2 nya belum kelar. Alhasil, gue hanya bisa menunggu. Udah berapa bulan ya ini gue nunggu.. gak kerasa season 2 nya bahkan udab ep 27. Uda nunggu setengah taun haha..

Gue gamau baca manga, soalnya anime nya bagus wkwk

Terus gue nyari2 diskusi di forum2 yang ngebahas perkiraan tamatnya season 2 kapan. Agak mati kalau 75 episode lagi.. berarti gue harus nunggu sekitar setaun lagi baru bisa marathon.. (mental marathon, bukan mental nunggu tiap minggu)

Tapi ga ketemu. Hem okay.

Gue malah nemunya suara2 fans yang ternyata banyak banget yang benci ama Furuya dan suka ama Eijun, atau kebalikannya.

Banyaknya sih yang benci Furuya, karna dia terlalu banyak ambil spot Eijun, padahal Eijun MC.

Well.. ini pemikiran gue

Gue ngaku selama nonton nih anime, agak bingung kenapa Eijun ga bersinar dan selalu kelibas ama kehebatan Furuya. Furuya selalu aja lebih dari Eijun, dalam berbagai hal. Gue bahkan selalu kasian karna Eijun punya skill yg kurang guna..

Berguna bgt sih tp sulit disempurnakannya, dan lama amat penyempurnaannya (kayak kuroko dong, tiba2 udah master aja dia, kita ga liat dia pas nyempurnain hal itu)

Eijun kelamaan terpuruk. Season 1 maupun 2. Kayak.. harus masuk geng "I really have a bad fate" bareng Edward, Eren, Kaneki.. Like, udah ada "sedikit" pencerahan, dia malah yips.. argh.. dan selama dia terpuruk, Furuya ngebut maju terus dan bersinaaaarrr teraaanggg

Ini komik Diamond no Ace maksudnya Furuya yg diamond atau Eijun sih? Apa dua duanya?




BUT, dalam perang pendapat antara eijun dan furuya, posisi gue adalah: Gue cinta mereka berdua

Bukan segi skill atau kehebatan atau ketenaran. Gue suka karakter mereka.

Gue suka ama karakter Furuya yang kaku dan bedon, Eijun yang bedon dan bedon.. karna jujur banyak bgt sport manga baseball, tapi yg bedain ya karakter. Gue suka ngeliatin mereka kerja keras dan punya attitude yang berbeda dari manga lain.

Terutama saat interaksi antar pemain. Favorit gue interaksi antara Eijun-Furuya-Haruichi. Like.. Haruichi jadi penengah dan penenang mereka berdua ahahaha

Mostly gue suka ama Furuya sih. Karakter Eijun udah mainstream, Baka MC di sport manga ya biasanya kayak gitu. Seperti Hinata di Haikyuu. Bahkan di Kurobas ada Kagami. Kalau Furuya.. kayak alien di sport manga. Haha so stoic so introvert but so passionate.. Gue gapernah cape liatin dia berulah. Apalagi kalau udah ngambek gamau turun dari mound atau tidur klo gamau dengerin omongan orang. Dan gue suka "telepati" dia ama eijun.. mereka berdua klo iri satu sama lain sangat lucu dan refreshing.

Dan gue bahkan belum ngomongin Haruichi yang sangat supportive ke mereka berdua.. ahaha




Hah gue ngomong ginian kayak Fujoshi! Tenang.. gue jiji ama humu2, dan selalu berkeyakinan semua tokoh favorit gue di sport manga bakal punya pacar semua. Sekalian aja kayak Bakuman, biar tambah semangat dan jago karna ada cewenya. Dan sekalian aja semua cerita sport anime dijadiin otome game biar bisa gue mainin romance nya.

So.. For all Furuya haters or Eijun haters or whoever.. just love both of them, to be happy like me (?)

Or, just love Mei. He is the best pitcher so far, no? Hahahaha

Walau gue punya feeling, kayanya kebanyakan fans yg gasuka Furuya itu cowok ya? Pada sebel karna Furuya lebih jago dari MC dan wajahnya ganteng?

Kalau rival MC gak ganteng dan gak jago ya gak bakal seru lah yaa hahaha

Kalau Furuya terlalu bersinar, salahin mangaka nya lah..

Kalau menurut kalian Furuya sombong banget, menurut gue dia sebenernya ga sombong atau arogan, dia mengakui kehebatan Eijun kok. Rivalan ya main sombong2an mulu, dalem hati sih mengakui kehebatan yang lain.. malah justru harusnya kayak gitu, biar lucu.

Gue baru nonton daiya ampe s2 ep 14 jadi ya kalau gue gatau ada hal yg terjadi setelah itu, maklum~~

Semangat Eijun! Kalahkan Furuya! Furuya gapapa bersinar aja terus, biar nge push Eijun! Kalian berdua bersinarlaah... Haruichi tolong jagain mereka ya karna mereka selalu bedon.. /apa sih may/

Okay segitu ajah.. Maafkan gue sebagai cewe yang suka bias ama tokoh cerita dan sukanya ama cowo ganteng mulu. Udah fitrah nya suka ama cowo ganteng jadi mau gimana lagi..

Minggu, 27 September 2015

It's Not Like She's Lazy...

Masuk kuliah ke departemen Arsitektur di FTUI (gue bilangnya FT karna taunya hanya FT) kadang menimbulkan rasa demotivasi tanpa alasan yang jelas.

Dari beberapa kasus demotivasi yang aku tahu, banyak yang hanya karna tidak masuk sekali, dia ketinggalan banyak sekali dan akhirnya tidak mau mengerjakan tugas.

Ada yang sudah mengerjakan tapi tidak pede dan merasa tugasnya terlalu jelek sehingga tidak semangat lagi.

Tapi.. dari semua kasus, beberapa kasus ada yang unik dan kadang solusinya adalah si mahasiswa memang harus tegar.

Ada satu kasus dimana mahasiswa ini PP (pulang pergi alias gak nge kos). Kuliah pakai motor, jarak 15 menit.

Banyak banget anak nge kos punya masalah seperti:

1. Gue makan harus beli tiap hari, males keluar berujung ke sakit
2. Gue males laundry baju
3. Gue sendirian gaada yang jagain kalau sakit atau ada perlu

Dan dari semua segi aspek, anak PP yang tinggal dekat dengan kampus sangat beruntung. Misalnya:

1. Makanan selalu dibikinin mama
2. Baju dicuciin orang rumah
3. Ada orang di rumah sehingga bisa mengandalkan banyak orang

Pada kenyataannya, tidak semua anak PP seperti itu. Ada anak PP yang:

1. Harus antar jemput adiknya sekolah
2. Harus bantu antar jemput orangtuanya jika ada perlu
3. Harus bantu orangtua bayar tagihan listrik, bayar ini itu
4. Harus mengerjakan beberapa pekerjaan rumah kalau mama gabisa
5. Harus belanja bahan2 mentah ke pasar dalam jumlah besar dan bantu mama masak

Their 24 hours, tidak semuanya milik mahasiswa tersebut, tapi milik keluarganya juga.

Buat anak PP yang kerjaannya nugas mulu dan dibiarkan mengatur 24 jam waktunya untuk mereka sendiri, itu baru enak. Buat kasus di atas, nggak se bebas itu.

Buat anak nge kos, bersyukurlah. Walau tak ada mama, tapi mama membiarkan kalian semua mengatur semuanya sendiri.

Haha nulis kayak gini, ketauan lah ya gue anak PP yang harus bantu mama di rumah. Tapi jadinya tiap gue demot ga nugas, gue mau bilang gue males, gak juga ah.

Kalian nugas gue jemur baju.. atau nyetrika baju.. atau belanja keperluan makan.. atau cuci piring.. atau masak

Not for 1 person, but for all my family. Considering all my family eat 3 times a day, take a bath everyday..

Kita hidup. Saling bantu di rumah tangga ini.

Di sisi lain, hidup gue.. penuh warna. Kapan terakhir lo jalan ke pasar, belanja berbagai macam sayur, daging, dan rempah2, berbicara dengan semua pedagang di sana, mencari bahan yang paling bagus? (Gue tipe yang bakal keliling buat nyari wortel bagus, gamau kalau tukang sayurnya jual yg bopeng2).

Kapan terakhir lo mengantar seseorang ke berbagai tempat, dan mengenal orang lainnya? Saat gue mengantar adik gue sekolah, gue melihat banyak hal. Mengantar mama ke pengajian, dan mengenal teman2nya.

Kapan terakhir kali lo membawa seember baju dan menjemurnya satu per satu, hati2 agar menyetrikanya tidak sulit. Kapan terakhir kali lo nyetrika baju lo sendiri? Apa masih bisa lo nyetrika baju?

Kapan terakhir kali lo mengambil sapu dan menyapu semua sudut, merapikan barang2, dan benar2 mengenal seisi rumahmu?

Kapan terakhir kali lo mengambil sayuran dari kulkas, dan memotongnya untuk membuat sop ayam sederhana?

Terkadang.. gue melihat hidup gue dan berpikir, gue beruntung bisa melakukan semua ini.







Cuma ya itu, demot nugas aja.... (terus gaada kesimpulan).

Apa gue.. anak malas?

Rabu, 16 September 2015

SHONEN FIGHT VOL. 2 : A little bit about their progress

Gue dapet komiknya lewat tukang pos JNE hari senin 3 agustus.. SF vol 2 yang secara pribadi gue suka ama covernya, warnanya biru sih wkwk

Kenapa baru review sekarang? Yaa... mager aja, lagian udah cerita2 juga ama salah satu staff SF tentang semua kritik pedes asem manis gue (punya temen di staff gini nih ya, komen jahat tapi bodo amat)

Edisi 1 lalu gue udah nge review tuntas semua isi komiknya, dan waktu itu kesimpulannya adalah: kurang banyak isinya untuk bisa dinilai.

Maksudnya kurang banyak, tiap judul hanya diberi jatah 27 halaman, itu hanya setengahnya dari jumlah halaman one shot pada umumnya, yaitu 45-50 halaman. Menurut gue, pas sekali jika untuk chapter pertama memulai serialisasi dengan jumlah halaman 50, karena kita bisa melihat garis besar awal cerita dan sebesar apa potensi serta pengembangannya.

TAPI itu juga tidak pasti. Skill komikus itu sendiri yang menentukan apa dia mampu membuat permulaan yang mulus di 27 halaman. Maaf tapi sejauh ini di SF 1 semua ceritanya masih gaje mau dibawa kemana wkwk

Apresiasi untuk judul yang sepertinya bisa memulai cerita dengan lancar di SF1: Ghost Loan, Rabbit Vault, Kalasandhi

Sekarang saatnya review SF2. Oiya gue gak bakal komentar artwork judul2 sebelumnya. Karena sejujurnya kualitas gambarnya masih belum membaik. Yang bagus belum tambah bagus, yang kurang juga belum improve.

____MULAI SPOILER DISINI___

1. INHERITAGE Mukhlis Nur

Okay, pas baca ini gue langsung "Oooh...." karna gue bener2 baru menangkap ceritanya di chapter 2 ini.

Di chapter 2, INHERITAGE menyelesaikan semua pertanyaan yang seharusnya ada di chapter 1 (kalau saja dikasih halaman lebih banyak).

Arfi itu siapa dan kenapa? Walau memang masih banyak misteri, tapi kita sudah dapat gambaran kalau "sesuatu" terjadi sama ni anak. Kita dapat gambaran secuil masa lalunya, secuil tentang monster yang menyerangnya, dan keberadaan "dunia lain" yang tidak diketahui Arfi, yaitu keberadaan para pemusnah monster (yaksha, whatever it is) yang ternyata adalah temen cewe sekolahnya sendiri yang dia anggep.. normal.

Cerita sudah mulai masuk ke tahap berkembang, dengan phrase "ini bukan pertarungan kalian", dan sejujurnya gue sebagai pembaca langsung dapet lampu merah buat nandain ini judul untuk dinikmati di chapter selanjutnya.

Dua temen arfi gimana? Nah ini mah seiring berkembangnya cerita juga bakal tergali. Yang penting tokoh utama dulu lah.

Kesan dari cerita ini ngingetin gue sama BIRDMEN karya Tanabe Yellow. Gue ga bilang plagiat, beda banget kok, cuma gue mikir, cara Mukhlis Nur buat ngembangin cerita bisa belajar dari situ. Dari perkenalan tokoh utama, terus dia punya temen, dan BAM! Terjadi sesuatu dan muncul tokoh lain yang keliatan kayak "hero" pembasmi sesuatu wkwkwk.. Kronologinya mirip kan?


2. KALASANDHI Azisa Noor

Menurut gue pribadi, ceritanya tiba2 berkembang dari "potensial" jadi "seru"

(Untuk ke sejuta kalinya gue mau ngomong betapa chapter 1 itu butuh 50 halaman, but yeah this is the last)

Bayangin aja, semua orang di dunia mikir "tante tian jahaattt!!" Di chapter 1, eh di chapter 2 ternyata ngga hahaha.. bahkan jadi kunci tentang peran dan siapa sebenarnya tokoh utama.

Jujur deh, cerita yang mirip2 kayak gini banyak banget kan? Tapi kalasandhi beda, kenapa? Karena dia ceritanya di jaman dahulu kala, bukan jaman modern....

(Tetiba inget pilm yang abraham lincoln jadi pembasmi vampir pake kapak ajaib dia, oke lupakan)

Jadi beberapa hal sudah jelas:
- info umum ttg karakter utama, karena dikasih tau ama tante tian, dan dijelasin juga di chapter 1 kalau di permukaan dia hanya mahasiswi biasa
- info umum musuh (atau kawan?) karna tetiba udah tau vampirnya siape.. dan keambiguan apakah dia friendly atau enemy justru yang bikin cerita ini seru
-udah itu aja, oh sama sedikit latar cerita makhluk2 gaib yang harus dilawan keluarga tokoh utama wkwk kreatif juga, gue ampe searching buat mikir si komikus ambil dari mitos mana ya..


Is it just me, or this magazine have too much "spiritual being" for starter stories? Gue suka2 aja jadi yaudahlah


3. GHOST LOAN Mimi. N

Hokeh setelah liat anak sekolahan yang idup lagi abis ketabrak angkot.. kelanjutan yang bikin bingung akhirnya terselesaikan.. (gue usul chapter 1 dan 2 harus dianggep 1 chapter)

Di chapter 2 banyak sekali perkembangan yang lagi2 bikin gue "oh ceritanya kayak gini ternyata"

Maaf kalau banyak yang beda pendapat, tapi, GHOST LOAN terlalu mainstream, iya gak sih?

Jadi dia punya "senjata" buat lawan makhluk2 yang ngamuk di malam hari.. (teringat semua cerita mulai dari bleach sampe persona 3) terus ada sesuatu di diri dia yang membuat HQ Ghost Loan minta reza buat membunuhnya. Mungkin, mungkin ya, poin utama cerita ini adalah "Mengapa Reza diminta atasan buat bunuh Alina?" Karena selebihnya cerita ini terlalu mainstream

Dan bai de wei, di panel akhir ada gambar smartphone Reza yang retak2 abis dia ancurin, dan gue mati2an baca isi sms di layarnya (which is really really hard) hanya untuk melihat kalimat "Biarkan dia mati"

MAKE IT READABLE, LARGER THE FONT PLEASE, I AM TOO LAZY TO READ SMALL WRITINGS, THANK YOU

Udah deh ya, lanjut


4. RABBIT VAULT Bebek Terbang

Cowonya lucu bet.. bahkan Edward nya nyunyu banget

Agak kecewa karna harus nunggu chapter 3 buat liat aksi sang kelinci pencuri dan cowo imut bandel iseng yang maksa banget buat ikutan

Gue pernah bilang di review sebelumnya kalau gue kepo ama tongkat kelinci pencuri, well akhirnya diliatin, tapi dirusakkin ama dorkie imut itu. So far, ceritanya selangkah berkembang ke "akhirnya satu orang bergabung" tapi hanya itu.

Jadi hanya berkembang di:

- dorkie imut gabung
- sedikit konflik batin si kelinci pencuri, terhadap pemikirannya untuk membagikan harta orang kaya ke orang miskin

Kalau boleh jujur isi chapter kali ini gak guna2 banget ya, dia bahkan belum nyuri :v

Gue tertarik untuk komen tentang gambarnya lagi, but naaah~ sama aja kayak cahpter 1. Mungkin kalau ada yang mau baca ulasan jahat gue tentang artwork, bakal gue tambahin disini.

5. JEENIE Dani Kuswan

Not really my favorite genre, but well

Cerita mulai jalan dengan adanya tokoh antagonis, sedikit cerita tentang buku sihir, info tentang sihir jeenie hanya bisa aktif kalau terri yang minta, dan beberapa adegan koplak

Gue gatau dengan yang lain, tapi mungkin ini seru untuk penikmat cerita ringan dan artwork ringan, yang berisi konten shonen-ish, mereka pasti bisa menyukai cerita ini.

Karna secara cerita, termasuk ringan.. atau "masih" ringan.. atau sangat amat sederhana.. Gue gatau harus komen apa lagi wkwk

6. LOST IN HALMAHERA Maulana Faris

Hahaha oke jadi dia masih nyasar di halmahera (judulnya juga itu)

Ini komik 4koma, yang lumayan lah gue senyam senyum. Gue penikmat 4koma jadi ya.. sangat mendukung perkembangan cerita komedi2 lain lagi (kalau SF masukin komedi lain). Mungkin kalau dibuat lebih bercerita, bakal lebih seru... kayak week 1, week 2, terus kalau ada yg nyambung dr awal ampe akhir, bisa tambah seru. Ya buat komikusnya, pinter2 ngelucu aja ya wkwk

7. OH BLOOD! Cessa

Hmm...

Hmm...

Hmm...

Boleh gue skip gak?

Wahahaha maap gue ga baca ecchi. Takut dosa. Dan btw.. gue ga ngerti ecchi samsek. I know the story is supposed to be funny but I don't understand so... yeah. Sorry I'm not helping at all.


8. WINTERNESIA Dewanto Izfah

Gue pikir ceritanya bakal jadi cerita survival sedih yang baper, tapi kenapa jadi survival seinen penuh adegan gore? Ya untunglah Diana si bocah kecil itu selamat ya (terus?)

Humm okay, jadi ada kisah serem dibalik monas, dan.. ada psikopat.. dan si pamannya kenal.. lalu.. orang psiko aneh yang bakar sesuatu..

Maaf jika banyak yang mikir "lo baca ceritanya gak sih? Review yang bener!"

Gue udah baca, beberapa kali, meskipun gue gak suka gore, gue cewe normal yang gakuat liat sesuatu yang sadis.. tapi gue masih tetap bingung walau udah baca. Mungkin cara komikusnya menyampaikan cerita harus diperbaiki. Gue berniat ngasih review yang baik tapi gue ga ngerti ceritanya, jadi mau gimana lagi.

Gue udah bilang di review yg lalu masalah komik ini adalah ga jelas siapa aja tokohnya. Nah itu. Bikin tambah pusing karna mirip2.


9. ANKALA Hiro Nurhadi

Apa gue harus bahas artwork dia? Kapan2 aja ya gue mager

Menurut gue, sebagai cerita baru, agak kurang. Pas gue baca, gue kayak "....what.. did.. just.. happen here?"

Cerita: kurang berisi. Jadi nyeritain apa? Tokoh2 ini siapa? Anak kecil ini siapa? Kakeknya emang kenapa ampe disebut2? Terus cewe di halaman terakhir itu siapa? Apa hubungannya ama tokoh lain?

Setting tempat: where the hell is this? How does this world work? So there aren't many forest.. but so what?

Maaf aja, tapi ankala gak memberi banyak info pada pembaca tentang apa yang lagi dia bahas di komiknya. Komik itu harus padat informasi. Bahkan 1 chapter komik yang cuma 17 halaman aja bisa lebih banyak isinya. Don't waste your page, please.


10. JAKANOVA Mage

Yihaa satria ganteng lagi! Tapi di chapter ini satrianya jadi tokoh pembantu, gue sedih..

Bicara soal berbobot, chapter jakanova kali ini banyak isinya ya.. akhirnya tanah itu dimenangkan pengacara bule, terus agak down karna itu semua berkat kesalahan kecil hakim.

/I really need to understand some law and political things but I am just an architecture student whose work with art of space, so.. yeah/

Ceritanya tambah seru, walau gue cuma angguk2 aja karna gak ngerti soal hak tanah sih. Gue suka anggota The Palace yang pake atribut persija itu, wakakaka...

Dan tiba2 semua orang saling kenal, walaupun akan dibahas hubungan semua tokoh ini di chapter yang akan datang.

Semoga satria di chapter selanjutnya lebih ganteng dan narsis, amin


11. PERENNIUM K. Jati

Gue.. makin gak ngerti ceritanya X(

Sebenarnya gue punya feeling ini cerita sebenernya bagus. Ada masa lalu dengan alien, ada masa depan dengan alien.

Gue gak paham, jadi masa depan ada 2? Yang berhasil diselamatkan chindil dan yang tidak?

Jadi chindil itu bisa reinkarnasi dan muncul lagi di masa lalu dan masa depan?

Chindil itu siapa sebenernya? Kenapa dia hebat dan dicari?

Alurnya mungkin belum bisa dijelaskan dengan baik. Bahkan yang bisa gue highlight hanya Martin yang tetap ganteng /tampar/tampar/tampar/

Gue gatau mau berharap apa di chapter selanjutnya, mungkin gue ingin ceritanya bisa mengalir lebih baik lagi. Mungkin gue ingin Martin lebih tampan lagi.


12. HE IS GOD OF LOVE Masabodo

Sebelum komen pedas, mau bahas komik ini secara general.

Tokoh: sudah jelas. Jadi dia itu jones sejati yang pengen balas dendam ama semua couple di dunia. Terus ada temen cewe rajin murid teladan yg gasuka ama dia dan mereka ini ceritanya berbeda pendapat.

Cerita: oh oke jadi mau ngancurin hubungan orang, tp gegara cewe berkacamata ini, jadinya malah jadian beneran.

Setting: di suatu sekolah di dunia ini.

Gue masih belum paham apa yang dilakukan tokoh utama dan kenapa jadi god of love padahal dia jones sejati. Bukannya jadinya cewe kacamata itu yang berhasil nyatuin pasangan?

Sebelum gue ngomong lebih lanjut, gue mau minta maaf terhadap semua belah pihak jika gue bersikap subjektif (dari awal udah seenaknya kali)..

Apakah saat membaca ini kalian teringat Oregairu?

Apakah Aldi.. mengingatkan kalian dengan Hachiman?

...............

Mas jangan plagiat ya. Maaf kalau gue salah tapi entah kenapa gue ngerasa ini plagiat oregairu, terus gue jadi agak bete...

Buat artwork ntar deh. Mager.










Kesimpulannya: agak berat, tapi SF2 mengecewakan.. entah karna gue terlalu berharap plot nya berkembang dengan baik, entah karna emang tidak berkembang.

Awalnta harapan gue pas mau baca SF2, bisa dapet cerita baru yang ngasih fresh feeling, tapi gue ga dapet apa2.

Gue berharap, submisi yang masuk ke SF bagus2. Atau kalau SF kekurangan submisi yang cukup baik, culik aja komikus2 jago terus suruh bikin komik (jahat).

All best wishes for SF tho.. Give me more cute and handsome dorkies good comic and good stories!

Rabu, 05 Agustus 2015

Tren MABA UI: Beli binder

Tahukah anda, jika baru pertama kuliah, biasanya anda akan dipaksa memiliki mindset bahwa mahasiswi itu biasanya:

Pake tas kecil disandang di bahu
Memeluk buku referensi, kertas2, dan BINDER
Pake kacamata bingkai tebel

Well yeah begitulah.

Dan tahukah anda, biasanya yang menjadi incaran pusat belanja binder kece ada di KOBER belakang Stasiun UI

Waktu gue SMA gue sering ke kober beli dvd bajakan, pas kuliah baru ngeh kenapa tiba2 kober suka kebanjiran binder di taun ajaran baru

Okay intinya gue adalah korban "MAHASISWA HARUS PUNYA BINDER" pas maba

For you Architecture Department students, THAT'S TOTALLY BULLSHIT. Don't waste your money. Just buy some sketchbooks.

Gue mengingat hal ini karna tiba2 temen gue yang anak Psikologi Gundar minta ditemenin jalan2 di kober, karna binder dia rusak.

Gue bilang, "Ngapain beli? Nih gue kasih punya gue"

Setelah itu, gue nyari binder lama gue yang udah nyaris 2 taun gak berguna (tapi tetep gue simpen di tempat yang sama di meja belajar).

I got it

Lengkap dengan isi2nya gue kasih semua ke dia

Habis gue buka tuh binder, semua memori gue pas awal semester 1 rasanya balik lagi.. jaman masih unyu dan penuh semangat, jaman saat gue masih muda (padahal baru 2 taun yang lalu)

Let's see what's in it

Gue ngakak liat foto ini. Ini bekas sisa jaman gue masih fangirling HSJ dan dulu trio boncel ini favorit gue banget. Btw ichiban gue dulu daiki (gaada yang nanya)

JADWAL KULIAH SEMESTER 1 wakakak dulu gue masih bingung dan nyatet ini terus taro binder, soalnya gue suka lupa kelasnya dimana. It was working for about a month, then you'll never look at it ever again. Your body will remember it eventually.

Random envelope.. well yeah karena gue pake jilbab jadinya yah.. calon kaput wkwk (kaput itu apa? Ketua cewenya rohis, btw gue ga kepilih karna emang gamao)

Syaoran's doodle~ Gue agak lupa ini gambar siapa, tapi gue inget yang gambar ini ngomong "Lo suka ama syaoran kan may? Nih buat lo". Firasat gue mengatakan ini gambar feizha.

CALCULUS!! HOLY TRINITY!!!
Seriously, I really don't know what is it about I just instinctively forget it

Um, yeah, I started to remember how I get through it

I thought that I was barely hold on but I guess I was still smart back then, I wasn't even cheating when doing it, how admirable of me from back then.. (padahal gue punya firasat ini materinya masih segampang matematika SMA)

I think I'll never move on from this.. Ini gambar sebuah karakter yang gue bikin pas SMP. No matter how old I get, I still drawing it from time to time.. even on my first year of college (terus baper, bah)

Gue gatau kalau yang lain, tapi semester 1 gue penuh dengan rasa cemas, takut, dan kekhawatiran berlebihan yang membuat gue selalu menangis di rumah ampe sekarang juga. Terus akhirnya gue nulis ini..

MPKT.. pelajaran wajib maba se-UI
Hahahaha gue kangen banget, ini kayanya mind map gue pas mau ujian. Ada beberapa lagi di baliknya. So just you know, somehow this is still useful for a few next semesters.. Not the content, but those mindmapping things

Bahahaha borang diskusiiii...
Ini tulisan gue semua. Ada beberapa borang lain yang juga isinya tulisan gue. Gue inget banget kelompok gue semuanya pada mager banget ngerjain (dan kuliah matkul ini) dan gue waktu itu kesel terus yaudah gue mikir sendiri dan tulis apapun, mereka semua iya iya aje. Di matkul MPKT, berhati2lah kalian dengan "tumbal" cause it's pretty much me and my friend for 2 semesters hahahaha



Yah begitulah. Masih banyak lagi doodles lain, bahkan sketch pas jaman2 matkul Pengantar Arsitektur, catatan tugas ospek, dan hasil UTS matkul b.inggris yang nilainya jelek karna emang susah banget dan gue kayak "did i learn it in class?". Well academic purposes, jadi susah menurut gue.

Oiya sebagai penutup, di balik kertas bergambar doodles syaoran, ada gambar ini:

Ini gambar gue dari permainan "tebak gambar" dengan tema pribahasa, jawabannya "guru kencing berdiri murid kencing berlari" tapi ujung2nya gambarnya tambah abstrak dan kelompok gue kalah. Not my fault. I drew it properly, right? Ini pas jaman maba ikutan Simulasi dan penanaman nilai dari IMA (ikatan mahasiswa arsitektur) hahaha

Gue gak ngerti kenapa kertas ini bisa sampai ke tangan Feizha, karna gue ga nyimpen, dan kenapa feizha gambar syaoran di kertas yang ada gambar aneh ini